Pentingnya Personal Branding
Haiii Sahabat Rumah Belajar, pada hari Selasa, 15 September 2020 kuliah umum menghadirkan Charles Bonar Sirait, SE, MM. Ada beberapa hal yang menjadi catatan bagi pendidik dalam hal berkomunikasi dengan publik. Pola komunikasi sederhana adalah adanya pemberi pesan, pesan, dan ada penerima pesan. Pasar begitu dinamis dengan adanya berita viral, berebut like dan subscriber. Hal ini dapat menimbulkan bias.
Teknik dulu tidak sesuai dengan teknik yang sekarang. Kita perlu terus menerus mengasah kompetensi kita, serta dapat meningkatkan popularitas. Komunikasi akan lebih bermakna jika yang menyampaikan adalah orang yang berpengaruh. Brand, citra, image dari pendidik mulai berkurang kalau tidak dapat memimpin. Pada dasarnya memimpin adalah perkara mempengaruhi dan meyakinkan orang lain. Orang harus percaya dahulu, baru percaya akan pesan yang disampaikan. Sehingga penting untuk menjaga reputasi dalam media sosial.
Seorang pendidik harus mampu membuat publik "terjaga" dengan menjadi pusat perhatian. Guru merupakan public opinion maker. Personal branding lahir dengan adanya eksistensi, otentisitas, dan keunikannya. Hal itu dapat dibuat lewat media sosial. Saat pertama kali berkomunikasi dengan publik tentunya ada rasa deg-degan, hal itu wajar. Untuk mengatasi hal itu adalah perlu adanya latihan. Serta belajar untuk terus menerus mengenal orang yang baru dan adanya kolaborasi. Kita dapat meningkatkan personal branding dengan menggunakan teknologi.
Jangan patah semangat untuk BERBAGI. Mari kita mengemban tanggung jawab profesi ini dengan mencerdaskan orang lain.

0 komentar:
Posting Komentar