Berbagi Rumah Belajar

Rumah Belajar

Rumah Belajar

Youtube

Youtube

Instagram

Instagram

Facebook

Facebook

Pageviews

About Me

Foto Saya
wahyu cahyani
Hello, my name is Christina Wahyu Cahyani, you can call me Christ. I am a primary teacher in West Borneo. Nice to meet u all. Cheers.
Lihat profil lengkapku

Chat Box

Followers

Apa itu PembaTIK?

Apa itu PembaTIK?

Blog Archive

  • ▼  2020 (23)
    • ▼  Oktober 2020 (22)
      • Pemanfaatan Fitur Sumber Belajar Menggunakan Model...
      • Asyiknya Belajar Daring Dengan Aplikasi Rumah Belajar
      • Webinar Seminar Nasional PGSD Sanata Dharma
      • Pembuatan Video Menggunakan Kinemaster (10)
      • Sosialisasi Rumah Belajar (9) Tatap Muka bersama ...
      • Sosialisasi Rumah Belajar (8) Tatap Maya bersama...
      • Sosialisasi Rumah Belajar (7) Tatap Maya bersama...
      • Sosialisasi Rumah Belajar (5) Tatap Muka SDN 5 Men...
      • Sosialisasi Rumah Belajar (6) Tatap Maya bersama S...
      • Pengembangan Keprofesian melalui PembaTIK
      • Sosialisasi Rumah Belajar (4) Tatap Muka SDN 10 Toho
      • Membuat RPP TPACK Menggunakan Fitur Sumber Belajar...
      • Sosialisasi Rumah Belajar 3 (Tatap Muka)
      • Sosialisasi Rumah Belajar (2) Tatap Muka
      • Sosialisasi Rumah Belajar (1) Live Instagram
      • Jangan Menunggu, Tapi ...
      • Membangun Media Sosial yang Sukses
      • Menulis Asyik, Tulisan Menarik
      • Belajar dari Ki Hajar Dewantara
      • Guru Sebagai Panggilan Hidup
      • Pentingnya Personal Branding
      • Pembukaan PembaTIK Level 4 : Berbagi Inovasi Pembe...
    • ►  September 2020 (1)
  • ►  2013 (3)
    • ►  November 2013 (3)
Jumat, 02 Oktober 2020
In: Kuliah Umum

Pentingnya Personal Branding

 




        Haiii Sahabat Rumah Belajar, pada hari Selasa, 15 September 2020 kuliah umum menghadirkan Charles Bonar Sirait, SE, MM. Ada beberapa hal yang menjadi catatan bagi pendidik dalam hal berkomunikasi dengan publik. Pola komunikasi sederhana adalah adanya pemberi pesan, pesan, dan ada penerima pesan. Pasar begitu dinamis dengan adanya berita viral, berebut like dan subscriber. Hal ini dapat menimbulkan bias. 

    Teknik dulu tidak sesuai dengan teknik yang sekarang. Kita perlu terus menerus mengasah kompetensi kita, serta dapat meningkatkan popularitas. Komunikasi akan lebih bermakna jika yang menyampaikan adalah orang yang berpengaruh. Brand, citra, image dari pendidik mulai berkurang kalau tidak dapat memimpin. Pada dasarnya memimpin adalah perkara mempengaruhi dan meyakinkan orang lain. Orang harus percaya dahulu, baru percaya akan pesan yang disampaikan. Sehingga penting untuk menjaga reputasi dalam media sosial.

    Seorang pendidik harus mampu membuat publik "terjaga" dengan menjadi pusat perhatian. Guru merupakan public opinion maker. Personal branding lahir dengan adanya eksistensi, otentisitas, dan keunikannya. Hal itu dapat dibuat lewat media sosial. Saat pertama kali berkomunikasi dengan publik tentunya ada rasa deg-degan, hal itu wajar. Untuk mengatasi hal itu adalah perlu adanya latihan. Serta belajar untuk terus menerus mengenal orang yang baru dan adanya kolaborasi. Kita dapat meningkatkan personal branding dengan menggunakan teknologi.

    Jangan patah semangat untuk BERBAGI. Mari kita mengemban tanggung jawab profesi ini dengan mencerdaskan orang lain.

Diposting oleh wahyu cahyani di 00.08
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama
Langganan: Posting Komentar (Atom)
Copyright © 2012 Berbagi Rumah Belajar |